Feeds:
Posts
Comments

Liburan 3 hari gk jelas mau kemana-mana, dimana-mana rame, macet… dari pada bete dirumah mendingan, jeje-es aje.. jalan-jalan sore.. di bintara jalan baru cakung – kranji, tepat sebelahan sama jalur rel kereta api.. sama Istri tercinta (nda), Anak Tercinta (Zahra), Motor kesayangan (blekmarun).. muter-muter.. horeeee, sekalian wisata kuliner.. makan mie ayam, batagor, siomay, tahu gejrot, dll… wakakakak..

Advertisements

It’s called Blekmarun

Spesifikasi :

MESIN
Tipe 4 Langkah, SOHC, 4 Klep (Berpendingin Cairan)
Volume Cylinder 135 cc
Diameter x Langkah 54 x 58,7 mm
Perbandingan Kompresi 10,9 : 1
Power Max 8,45kW (11,33HP) pada 8500 rpm
Torsi Max 11,65N.m (1,165 kgf.m) pada 5500 rpm
Sistem pelumasan Pelumasan Basah
Kapasitas Oli Mesin Penggantian Berkala 800cc
Penggantian Total 1000cc
Kapasitas Air Pendingin Radiator dan Mesin 620cc
Tangki Recovery 280cc, Total 900cc
Karburator Mikuni VM 22 x 1, Setelan Pilot Screw 1-5/8 putaran keluar
Putaran Langsam mesin 1.400 rpm
Saringan Udara Mesin Tipe kering
Sistem Starter Motor Starter dan Starter Engkol
Tipe Transmisi Tipe ROTARY 4 Kecepatan, dengan kopling manual

RANGKA
Tipe Rangka Diamond Frame
Suspensi Depan Telescopic Fork
Suspensi Belakang Tunggal / Monocross
Rem Depan Cakram Tunggak 220 mm
Rem Belakang Tromol dengan Bahan “Non Asbestos”
Ban Depan 90/80 – 17 dengan Velg Racing 2.25″
Ban Belakang 120/70 – 17 dengan Velg Racing 2.50″
Ukuran Rantai 428

KELISTRIKAN
Lampu Depan 12 Volt, 32 W / 32 W
Lampu Sein Depan 12 Volt, 10 W x 2 buah
Lampu Sein Belakang 12 Volt, 10 W x 2 buah
Lampu Rem 12 Volt, 5 W / 21 W x 1 buah
Battery GM5Z – 3B / YB 5L-B 12 Volt 5,0 Ah
Busi / Spark Plug NGK CPR 8 EA-9 / DENSO U 24 EPR-9
Sistem Pengapian DC CDI
Sekring 10 Ampere

DIMENSI
Panjang x Lebar x Tinggi 1.945 mm x 705 mm x 1.065 mm
Tinggi Tempat Duduk 770 mm
Jarak Sumbu Roda 1.245 mm
Jarak Terendah ke Tanah 140 mm
Kapasitas Tangki Bahan Bakar 4 Liter
Berat Isi 109 kg
Berat Kosong 104 kg
Peninggi Shock belakang

Helm Harus SNI

Terdapat data yang cukup mencengangkan terkait dengan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor. Data Global Road Safety Partnership (GRSP), lembaga internasional berbasis di Jenewa, menyebutkan 84 persen kecelakaan di jalan raya melibatkan sepeda motor, dan 90 persen korbannya menderita luka parah di kepala. Sedangkan berdasarkan data statistik yang dikeluarkan oleh Departemen Perhubungan, pada tahun 2008 menyebutkan, dari 130.062 kendaraan yang terlibat dalam 56.584 kecelakaan lalu lintas yang terjadi, 95.209 di antaranya adalah sepeda motor (73 % dari total kendaraan yang terlibat).

Berikut adalah beberapa kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor :

-
-

Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dapat mengakibatkan pengendara dan atau penumpangnya mengalami luka parah, atau bahkan sampai meninggal dunia. Hal ini salah satunya disebabkan karena minimnya perlindungan pada pengendara sepeda motor. Bila dibandingkan dengan mobil, sepeda motor tidak memiliki instrumen peredam, sabuk keselamatan (safety belt) dan kantong udara (air bag) guna menahan benturan. Memang sepeda motor memiliki keunggulan ukuran yang lebih kecil dibandingkan mobil. Hal ini membuat pengendara menjadi mudah untuk melaju dan bergerak di keramaian lalu lintas. Namun, hal ini jugalah yang kemudian dapat membuat mereka mudah terlibat dalam kecelakaan dan biasanya pengendara sepeda motor mengalami luka serius.

Tingginya angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor ini, diiringi juga dengan fakta hasil penelitian di Indonesia, bahwa satu dari tiga orang yang kecelakaan sepeda motor mengalami cedera di kepala. Dampak lebih lanjut dari cedera di kepala dapat menyebabkan gangguan pada otak, pusat sistem syaraf, dan urat syaraf tulang belakang bagian atas. Gegar otak biasanya sulit untuk dipulihkan. Tentu saja hal ini dapat mengganggu ketentraman hidup yang bersangkutan dan keluarganya.

Konstruksi helm SNI

Guna melindungi pengendara sepeda motor, di Indonesia telah dibuat undang-undang tentang kewajiban memakai helm bagi pengendara sepeda motor. Undang-undang No. 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan pasal 106 ayat 8 mensyaratkan bagi semua pengendara sepeda motor dan penumpangnya untuk memakai helm yang memenuhi standar nasional Indonesia. Pengendara dan atau penumpang yang tidak memakai helm dikenakan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan, atau denda sebesar Rp, 250.000 ( dua ratus lima puluh ribu rupiah ).

Ketentuan mengenakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia juga berlaku bagi setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor beroda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah (pasal 106 ayat 7).

Untuk meminimalisir dampak kecelakaan sepeda motor (terutama pada bagian kepala), mengenakan helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia saat berkendara merupakan hal yang wajib mendapat perhatian khusus.

Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm atau hanya menggunakan helm plastik/topi proyek (tidak memiliki pelindung dalam), jika kecelakaan akan mempunyai peluang luka otak tiga kali lebih parah dibanding mereka yang memakai helm yang memenuhi SNI (Standar Nasional Indonesia).

Dasar pemberlakuan standar Wajib Helm ber-SNI

Permen Perindustrian RI No. 40/M-IND/PER/4/2009 tentang Perubahan Atas Permen Perindustrian Nomor 40/M-IND/PER/6/2008 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua Secara Wajib.

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal 1 April 2010

Pasal 2

(1) Memberlakukan secara wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) atau revisinya terhadap Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua SNI 1811-2007 dengan pos tarif HS 6506.10.10.00.

(2) Pemberlakuan secara wajib SNI Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula bagi helm yang digunakan pengendara kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah (terbuka).

Peraturan ini mewajibkan PERUSAHAAN dan IMPORTIR yang memproduksi dan memperdagangkan HELM di dalam negeri untuk memenuhi persyaratan SNI.

Pasal 3

Perusahaan yang memproduksi Helm Pengendara Kendaraan Bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 wajib :

(1) menerapkan dan memiliki SPPT-SNI Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua sesuai dengan ketentuan yang berlaku; dan

(2) membubuhkan tanda SNI Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua pada setiap produk sesuai ketentuan yang berlaku

Pasal 4

Setiap Helm Pengendara Kendaraan Bermotor Roda Dua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 yang diperdagangkan di dalam negeri, yang berasal dari hasil produksi dalam negeri dan atau impor wajib memenuhi persyaratan SNI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3.

Helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia berarti telah memenuhi persyaratan material dan konstruksi, serta telah lolos berbagai pengujian.

SNI 1811-2007 menetapkan spesifikasi teknis untuk helm pelindung yang digunakan oleh pengendara dan penumpang kendaraan bermotor roda dua, meliputi klasifikasi helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full -face).
1. Material :

Bahan helm harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a. Dibuat dari bahan yang kuat dan bukan logam, tidak berubah jika ditempatkan di ruang terbuka pada suhu 0 derajat Celsius sampai 55 derajat Celsius selama paling sedikit 4 jam dan tidak terpengaruh oleh radiasi ultra violet, serta harus tahan dari akibat pengaruh bensin, minyak, sabun, air, deterjen dan pembersih lainnya

b. Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu

c. Bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit, dan tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pemakai.

Disain Lapisan Luar & Dalam :

1. Lapisan luar yang keras (hard outer shell)

Di desain untuk dapat pecah jika mengalami benturan untuk mengurangi dampak tekanan sebelum sampai ke kepala. Lapisan ini biasanya terbuat dari bahan polycarbonate.

2. Lapisan dalam yang tebal (inside shell or liner)

Disebelah dalam lapisan luar adalah lapisan yang sama pentingnya untuk dampak pelapis penyangga. Biasanya dibuat dari bahan polyatyrene (Styrofoam). Lapisan tebal ini memberikan bantalan yangh berfungsi menahan goncangan sewaktu helm terbentur benda keras sementara kepala masih bergerak. Sewaktu ada tabrakan yang membenturkan bagian kepala dengan benda keras, lapisan keras luar dan lapisan dalam helm menyebarkan tekanan ke seluruh materi helm. Helm tersebut mencegah adanya benturan yang dapat mematahkan tengkorak.

3. Lapisan dalam yang lunak (comfort padding)

Merupakan bagian dalam yang terdiri dari bahan lunak dan kain untuk menempatkan kepala secara pas dan tepat pada rongga helm.

Helm full face merupakan helm yang memberi perlindungan lebih dan terasa nyaman saat memakainya. Ini merupakan jenis helm yang paling aman. Helm jenis ini tetap memberikan jaminan pendengara terhadap suara dari lingkungan sekitar, melindungi dari angin dan matahari. Helm full face melindungi mata dari debu, polusi, hujan, serangga dan batu kecil yang mungkin terpental dari kendaraan lain. Dari beberapa pengujian menunjukkan bahwa helm full face tidak mengganggu penglihatan dan pendengaran. Jadi tidak ada alasan anda tidak menggunakan helm.

2. Konstruksi

Konstruksi helm harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

Konstruksi helm SNI

a. Helm harus terdiri dari tempurung keras dengan permukaan halus, lapisan peredam benturan dan tali pengikat ke dagu,

b. Tinggi helm sekurang-kurangnya 114 milimeter diukur dari puncak helm ke bidang utama yaitu bidang horizontal yang melalui lubang telinga dan bagian bawah dari dudukan bola mata,

c. Keliling lingkaran bagian dalam helm adalah sebagai berikut:

Ukuran Keliling Lingkaran Bagian dalam (mm)
S Antara 500 – kurang dari 540
M Antara 540 – kurang dari 580
L Antara 580 – kurang dari 620
XL Lebih dari 620

d. Tempurung terbuat dari bahan yang keras, sama tebal dan homogen kemampuannya, tidak menyatu dengan pelindung muka dan mata serta tidak boleh mempunyai penguatan setempat

e. Peredam benturan terdiri dari lapisan peredam kejut yang dipasang pada permukaan bagian dalam tempurung dengan tebal sekurang-kurangnya 10 milimeter dan jaring helm atau konstruksi lain yang berfungsi seperti jaring helm.

f. Tali pengikat dagu lebarnya minimum 20 milimeter dan harus benar-benar berfungsi sebagai pengikat helm ketika dikenakan di kepala dan dilengkapi dengan penutup telinga dan tengkuk,

g. Tempurung tidak boleh ada tonjolan keluar yang tingginya melebihi 5 milimeter dari permukaan luar tempurung dan setiap tonjolan harus ditutupi dengan bahan lunak dan tidak boleh ada bagian tepi yang tajam,

h. Lebar sudut pandang sekeliling sekurang-kurangnya 105 derajat pada tiap sisi dan sudut pandang vertikal sekurang-kurangnya 30 derajat di atas dan 45 derajat di bawah bidang utama.

i. Helm harus dilengkapi dengan pelindung telinga, penutup leher, pet yang bisa dipindahkan, tameng atau tutup dagu.

j. Memiliki daerah pelindung helm

k. Helm tidak boleh mempengaruhi fungsi aura dari pengguna terhadap suatu bahaya. Lubang ventilasi dipasang pada tempurung sedemikian rupa sehingga dapat mempertahankan temperatur pada ruang antara kepala dan tempurung.

l. Setiap penonjolan ujung dari paku/keling harus berupa lengkungan dan tidak boleh menonjol lebih dari 2 mm dari permukaan luar tempurung.

m. Helm harus dapat dipertahankan di atas kepala pengguna dengan kuat melalui atau menggunakan tali dengan cara mengaitkan di bawah dagu atau melewati tali pemegang di bawah dagu yang dihubungkan dengan tempurung.

-

3. Pengujian helm mencakup :

  • 1.uji penyerapan kejut,
  • 2.uji penetrasi,
  • 3.uji efektifitas sistem penahan,
  • 4.uji kekuatan sistem penahan dengan tali pemegang,
  • 5.uji untuk pergeseran tali pemegang,
  • 6.uji ketahanan terhadap keausan dari tali pemegang,
  • 7.uji impak miring,
  • 8.uji pelindung dagu dan 9.uji sifat mudah terbakar.

-
-


PROSES PERUMUSAN SNI Helm :

SNI1811-2007 ini merupakan revisi SNI No. 09-1811-1990, dengan mengadopsi dari standar internasional Rev. 1/add. 21/Rev.4 dari :

E/ECE/324 dan E/ECE/TRANS/505 Regulation No.22, uniform provision concerning the approval of protective helmets and visors for drivers and passangers of motor cycles and mopeds,

  • BS 6658:1985, Protective Helmet for Motorcyclists, dan
  • JIS T 8133:2000, Protective Helmet for Drivers and Passangers of Motor Cycle and Mopeds.

SNI ini dirumuskan oleh Panitia Teknis Kimia Hilir melalui proses/prosedur perumusan standar dan mencapai konsensus para anggota panitia teknis kimia hilir, konsumen, produsen dan lembaga pengujian dan juga instansi pemerintah terkait pada tanggal 7 Desember 2004 di Jakarta.

NOTIFIKASI PERATURAN PEMERINTAH RI ke WTO :

Indonesia, melalui BSN selaku Notification Body, telah menotifikasikan Regulasi Pemberlakuan SNI Wajib bagi Pengendara kendaraan Bermotor Roda ke WTO.

Dunia internasional (per 23 Juli 2008), menyambut dengan baik penerapan SNI wajib ini dengan tidak ada penolakan atau keberatan dari seluruh anggota WTO yang berjumlah 153 negara.

Bila dunia internasional menerima ketentuan ini,

mengapa kita tidak ?


CINTAILAH PRODUK DALAM NEGERI & JANGAN RAGU UNTUK MEMILIH DAN MENGGUNAKAN

HELM ber-SNI


Helm yang sesuai dengan SNI bila diikat dengan benar (sampai klik), akan melindungi kepala dengan baik. Apabila terjadi benturan dengan benda yang tidak bergerak, helm akan menghambat/meredam benturan yang tertuju ke tengkorak dan otak.

Helm yang baik adalah helm yang menutupi kepala secara penuh (full face) atau helm yang terbuka pada bagian muka hingga rahang (open face).

Tipe full face memberi perlindungan yang lebih baik dari angin, debu, air, batu dan serangga. Tipe ini juga memberi perlindungan lebih baik kepada rahang dan gigi.

Sumber : BSN

General Motor mengumumkan konsep kendaraan masa depan beroda dua yang dapat berjalan secara otomatis, tanpa perlu dikendarai pengemudinya secara manual.

Mobil yang diberi nama EN-V (kependekan dari Electric Networked-Vehicle) itu, dirancang untuk mengantisipasi kondisi masa depan, sebagai solusi bagi masalah lingkungan, kepadatan jalan raya, serta kecelakaan lalu lintas.

Ini didasarkan pada proyeksi GM di 2030, di mana sekitar 60 persen dari 8 miliar penduduk saat itu tinggal di wilayah urban, sehingga sangat membebani infrastruktur transportasi publik.

“EN-V adalah perpaduan dari elektrifikasi dan konektivitas, yang menyediakan solusi bagi mobilitas urban, karena menawarkan pengalaman berkendara bebas bensin dan emisi, bebas kepadatan dan kecelakan lalu lintas, sekaligus menyediakan kesenangan dan gaya,” ujar Kevin Wale, President GM China, seperti dikutip dari Computerworld.

Mobil konsep yang dikerjakan oleh GM bekerja sama dengan Shanghai Industry Corporation Group (SAIC) itu dibangun berdasarkan platform purwa rupa yang dikembangkan oleh Segway, sebuah perusahaan yang mengembangkan kendaraan listrik roda dua yang cukup populer di Amerika Serikat

EN-V adalah kendaraan yang mampu dikemudikan secara manual maupun dioperasikan secara otomatis (drive-by-wire). Kendaraan mungil yang ukurannya sekitar sepertiga kendaraan tradisional itu dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS), teknologi komunikasi antar-kendaraan, serta teknologi sensor jarak.

Kendaraan ini juga bisa mengurangi kepadatan lalu lintas, dengan kemampuannya secara otomatis untuk memilih rute tercepat tujuan berdasarkan informasi kepadatan jalan raya yang real-time.

Dengan sensor dan sistem kamera yang dimilikinya, EN-V diklaim dapat memetakan keadaan sekitar dan mampu bereaksi secara cepat untuk mengatasi berbagai rintangan atau perubahan kondisi yang sedang terjadi.

Misalnya saja, bila ada seorang pejalan kaki yang tiba-tiba menyeberang di depan kendaraan, EN-V langsung mengurangi kecepatan ke kondisi yang lebih aman, bahkan mampu berhenti lebih awal dibandingkan dengan kendaraan yang ada saat ini. Ini membuatnya penumpang kendaraan bisa lebih aman dari kecelakaan.

Mobil konsep ini juga dilengkapi dengan sistem komunikasi nirkabel sehingga penumpang kendaraan bisa berkomunikasi dengan teman-teman mereka melalui jejaring sosial, selama di perjalanan.

EN-V, mobil konsep besutan GM

Kendaraan seberat sekitar 500 kg ini ditenagai oleh motor listrik yang mampu mengangkut dua orang penumpang dan bagasi ringan. Seperti halnya ponsel, tenaganya dipasok oleh baterai lithium-ion, sehingga sama sekali tak mengeluarkan emisi.

Untuk mengisi kembali baterai, pemilik mobil cukup menghubungkan EN-V ke colokan listrik standar seperti yang ada di setiap rumah. Setiap saat baterai diisi penuh, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer.

Tiga model dari mobil EN-V; yakni EN-V Pride,  EN-V Magic, dan EN-V Laugh, akan dipamerkan di Shanghai World Expo 2010, antara 1 Mei-31 Oktober 2010.

Sebelum ini, GM sendiri telah mengembangkan kendaraan yang bisa mengemudikan diri secara otomatis (autonomous vehicle), bersama mahasiswa Universitas Carnegie Mellon AS Pittsburgh yang menghasilkan kendaraan Chevrolet Tahoe alias ‘The Boss’ pada 2007.

sumber : VivaNews

Suatu perusahaan di Australia memperkenalkan inovasi baru yang dapat menolong kaum jompo atau cacat yang tidak mampu mengurus diri. Teknologi itu disebut SIMsystem alias celana dalam online atau daleman elektronik.

Sistem Kerja

Menurut laman harian Australia, The Herald Sun, celana dalam online itu diperkenalkan oleh perusahaan Simavita. Celana itu dilengkapi suatu perangkat elektronik yang mampu mengirim sinyal khusus ke komputer dan diteruskan berupa pesan SMS atau pager.

Teknologi itu berguna untuk kaum jompo atau cacat yang sulit mengurus dirinya saat akan buang air besar. Suster atau perawat di panti jompo langsung diberitahu melalui SMS atau pager berdasarkan kiriman sinyal yang dipancarkan dari celana dalam online yang dikenakan kepada orang yang kesulitan untuk buang air besar.

Menurut laman Simavita, celana itu dilengkapi elemen yang dapat diganti, mirip dengan popok. Selain itu juga terdapat sebuah transmitor kecil yang diselipkan di dalam popok untuk mendeteksi sensor melalui mekanisme tertentu yang bisa mengetahui bila si pemakai hendak buang air besar. Transmitor itulah yang akan mengirim sinyal ke komputer induk.

Kepala Eksekutif Korporat Simavita, Philippa Lewis, daleman berteknologi canggih itu akan menghemat setengah dari waktu yang biasa diperlukan bagi para perawat dalam mengurus kaum jompo.

“Kami menciptakan SIMsystem untuk memberikan kenyamanan yang lebih besar sekaligus tetap menjaga martabat kaum jompo dan juga mengurangi secara signifikan biaya bagi fasilitas perawatan kaum jompo,” kata Lewis, Jumat 26 Maret 2010.

Teknologi ini akan diperkenalkan di seluruh panti jompo di negara bagian New South Wales setelah sukses dikampanyekan di negara bagian Victoria.

Sumber : VIVAnews

Road to Ujung Genteng

Sabtu, 6 Februari 2010 (00:00 – 02:30)

Berangkat dari Kuningan, Jakarta, dengan persediaan yang cukup lengkap.  Mulai dari perkakas motor, makanan, perlengkapan masak secukupnya, obat2an, kamera, tak luput juga kami membawa tali tambang (takut nanti terjadi yang tidak diinginkan). Saat keluar dari gedung kantor kami, yang berada di kawasan Taman Rasuna, kami penuhi pasokan untuk kuda besi yang kami bawa. Dengan IDR 15.000 dapat mengisi penuh untuk motor Jupie MX saya. Sedang partner saya, Ridho, mengendarai Smash juga turut mengisi persediaan. Memang terasa enak melakukan perjalanan pada malam hari. Jalur yang kita lalui cukup sepi akan tetapi tidak jarang kami menemukan beberapa bikers dari berbagai komunitas dalam perjalanan via Bogor. Setelah Tajur kita berbelok arah ke Sukabumi. Jalur Ciawi – Cibadak banyak truk yang kita temui, sehingga kami memaksa untuk lebih memacu motor kami. Sesaat melintas Lido kami dicegat oleh aparat polisi yang sedang melakukan Razia. Karena kami lengkap surat-surat nya lewatlah kita..  Jalan agak berlubang sepanjang ke arah sukabumi. Saat mencapai Cibadak kami merapat menuju pom bensin untuk istirahat sejenak.

Sabtu, 6 Februari 2010 (02:30 – 03:00)

Istirahat sejenak (makan & selonjoran)

Sabtu, 6 Februari 2010 (03:00 – 04:30)

Perjalanan dilanjutkan, Sesaat setelah Cibadak berbelok ke arah Pelabuhan Ratu. Jalan meliak-liuk, sepi, gelap, ngantuk.. Sampailah di Masjid di Pelabuhan Ratu.

Sabtu, 6 Februari 2010 (04:30 – 06:00)

Shalat Subuh & Tidur (nikmatnya…. Zzz.. Zzz.. Zzz..)

Sabtu, 6 Februari 2010 (06:00 – 08:00)

Bangun, mengisi perut, langsung melanjut perjalanan dengan tanda arah jalan menuju Surade/Ujung Genteng. Untuk menuju ujung genteng, penunjuk arah kita mengambil patokan arah Surade, karena beberapa penunjuk arah tidak semua menggunakan arah Ujung Genteng. Perjalanan Pelabuhan Ratu – Kiara Dua – Jampang Kulon – Surade – Ujung Genteng. Sepanjang jalan kita akan melawati kebun teh dan beberapa hutan lindung.

Sepi.. hati-hati jika pengendara melewati jalur ini pada malam hari. begitu kata teman-teman yang pernah melaluinya.. Tiba di Ujung Kulon kita berhenti sejenak untuk melepas rasa kantuk kami. Karena jujur mata ini cukup lelah dengan terpaan sinar matahari pagi sebab dari perjalanan malam hari.

Cukup dengan beberapa teguk air mineral membuat badan segar sesaat kembali. Lanjut perjalanan, sesampai Surade ternyata kotanya cukup maju, ada ATM Mesin, Pom bensin. Mungkin ini pengisian pom terakhir, tutur para penelusur Ujung Genteng di beberapa blog atau forum yang pernah saya jumpai. Isi Full Tank IDR 15.000. Lanjut perjalanan sampailah di pintu gerbang Wisata Ujung Genteng. Sesaat setelah membayar, tak lama hujan turun.. lekas kami pakai jas hujan lalu lanjut perjalanan sekitar 10KM menuju pesisir pantai Ujung Genteng.. Hujanpun mengguyur dengan derasnya tiba di beberapa penginapan.

Pondok Adi yang pertama kami datangi langsung melakukan penawaran dengan 1 Pondok (1 Kamar Tidur dengan 2 kasur, 1 Ruang Tamu, 1 Dapur, 1 Kamar Mandi) cukup dengan IDR 150.000.

Sabtu, 6 Februari 2010 (08:30 – 14:00)

Lelah setelah perjalanan membelah tanah Jawa bagian barat. Kami langsung tiduuur…

Sabtu, 6 Februari 2010 (14:00 – 18:30)

Shalat, Makan siang langsung berjalan sepanjang pesisir ujung genteng untuk photo-photo. hahaha..

Beautiful Beach.. Its called Ujung Genteng, I Like… (2 thumb up). Yang Paling menakjubkan adalah saat matahari mulai tenggelam.. Mantaaaap… Muaknyuuuus… Subhanallah..

Sabtu, 6 Februari 2010 (18:30 – 22:30)

Makan malam masak indomie 6 Biji bagi dua.. gileeee.. shalat maghrib, shalat isya lanjut curhatan si Ridho… Just listen and give a spirit for never give up to him.. cayoooo.. hehehe.. wisata malam trus tidur dah… besok musti balik pagi biar enak jalannya tidur dipercepat, wakakakak.. berasa anak mami ye…

Sabtu, 6 Februari 2010 (22:30) – Minggu, 7 Februari 2010 (05:30)

Tiduuuuuur….

Minggu, 7 Februari 2010 (06:30 – 10:00)

Persiapan pulang.. Sarapan Indomie LAGI.. hehehe.. Lanjut perjalanan isi bensin di Surade langsung tancap ke Pelabuhan Ratu kali ini setelah pelabuhan Ratu kami menulusuri via jalur Cikidang, konon katanya jalannya sangat menarik, liuk-meliuk, kelok berkelok. Dalam perjalanan via Cikidang saat pertengahan kita bertemu teman saat kuliah dulu di STT Telkom, senangnya bisa berbagi cerita dalam perjalanan. Lanjut tak berapa lama kita jumpai jalan raya sukabumi, oh tidaaaak.. macet dimana-mana sepanjang jalan itu. Saat perjalanan Cibadak – Ciawi rekan perjalanan saya tertabrak motor yang tak bertanggung jawab, untungnya tidak ada luka berarti. Alhamdulillah.. Lalu lanjut makan siang di Sebuah rumah makan padang.

Minggu, 7 Februari 2010 (11:00 – 15:00)

Setelah perut cukup terisi kami melanjutkan perjalanan.. Panas, macet, lelah, campur aduk.. senangnya saat tiba di Cijantung (perbatasan jakarta). Kami berpisah disana, saya pulang ke Bekasi sedang Ridho ke Roxy. Sampai dirumah sangatlah menyenangkan, ku bisa jumpa lagi dengan anak dan istriku tercinta.. Alhamdulillah, Kau beri keselamatan pada perjalanan kami..

total perjalanan kami kurang lebih 430 KM (PP).

Bensin IDR 15.000 x 4 isi = IDR 60.000

Penginapan = IDR 150.000

Makan = kurang Lebih 50.000